WellyArdhana

Membuat foto perjalanan yang menarik

Sudah bukan rahasia lagi, Raja Ampat merupakan tempat indah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan mati sebelum kesana, meski sekali sumur hidup. Begitu yang saya katakan kepada teman-teman sepulang dari sana.

Bagaimana tidak?! Bagi pencinta olahraga menyelam, disinilah tempat karang terbaik didunia hingga saat ini. Bagi pencinta pantai, banyak pulau-pulau kecil dengan pasir putih yang sangat lembut. Ditambah air laut jernih hingga kita bisa melihat ikan hias tanpa alat bantu. Bagi pencinta fotografi, hoho… ada banyak spot foto bagus yang bisa direkam keindahannya untuk dibawa pulang lewat hasil jepretan. Siapkan baterai dan memory card dengan kapasitas besar ya…

Tapi ditempat-tempat seperti ini, yang pada dasarnya memang sudah indah dan akan membuat yang melihat foto berdecak kagum, berpotensi melenakan. Coba saja arahkan kamera kemanapun dan jepret! Jika menghadap kemanapun hasilnya tidak jelek, sambil menutup matapun foto yang dihasilkan akan tetap bagus tapi belum tentu everlasting.

Agar foto yang dihasilkan bisa remarkable dalam jangka waktu yang panjang, ada baiknya memperhatikan proses kreatif yang perlu dilakukan sebelum telunjuk menekan tombol shutter. Karena membangun sebuah foto yang bagus membutuhkan sebuah proses kreatif.

Proses ini dimulai dengan pencarian obyek foto yang menarik (Point of Interest – POI) pada suatu lokasi. Objek ini bisa berupa sesuatu yang sangat besar seperti gunung dan gedung hingga ke yang sangat kecil seperti anak belalang yang hinggap di mata induknya.

Mencari sudut pengambilan foto yang menarik dari obyek adalah proses selanjutnya. Tahap ini berpengaruh pada kesan yang akan terekam. Misal, untuk memberikan kesan tinggi, obyek foto diambil di bawah eye level. Untuk memberikan kesan langsing tidak memotret orang secara frontal.

Selanjutnya adalah menempatkan obyek pada komposisi yang baik agar pesan yang direkam foto tersebut dapat dengan mudah dilihat / dipahami. Banyak teori tentang hal ini dalam fotografi yang bisa dicoba seperti aturan sepertiga, dead center point, pattern, deep of field, dan lain-lain. Keterangan masing-masing bisa didapat dengan mudah dibanyak tulisan di internet.

Yang terakhir, pahami arah datang cahaya apakah dari depan, samping, atas atau belakang obyek. Hal ini mempengaruhi setting kamera yang digunakan saat memotret obyek tersebut. Bahkan pada kamera dengan setting mode auto.

Setelah keempat tahap itu dilalui, telunjuk tidak perlu ragu lagi menekan tombol shutter. Jepret! Dan foto-foto perjalanan yang menarik akan didapat.

Leave a Reply