Sudah bukan rahasia lagi, Raja Ampat merupakan tempat indah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan mati sebelum kesana, meski sekali sumur hidup. Begitu yang saya katakan kepada teman-teman sepulang dari sana.
Bagaimana tidak?! Bagi pencinta olahraga menyelam, disinilah tempat karang terbaik didunia hingga saat ini. Bagi pencinta pantai, banyak pulau-pulau kecil dengan pasir putih yang sangat lembut. Ditambah air laut jernih hingga kita bisa melihat ikan hias tanpa alat bantu. Bagi pencinta fotografi, hoho… ada banyak spot foto bagus yang bisa direkam keindahannya untuk dibawa pulang lewat hasil jepretan. Siapkan baterai dan memory card dengan kapasitas besar ya…
Read the rest of this entry »
Saya sering sedih ketika seseorang menganggap kegiatan memotret itu identik dengan bersenang-senang. Penuh tawa, makan minum, canda . Dan bergaul dengan cewek-cewek cantik. Tidak salah, karena mungkin seperti itulah yang mereka saksikan. Tapi fotografi bukan hanya itu.
Seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan Foto135 di bulan puasa kemarin yang menggelar acara Photography For Charity dengan menampilkan foto-foto human interest. Tentu saja tidak ada yang cantik ataupun kemewahan, tapi foto-foto yang mampu menggugah hati lantas mampu mengucap syukur atas segala yang sudah dipunyai.
Bukan kesedihan yang diketengahkan disitu. Semangat mengarungi hidup dengan kerja keras dan peduli menjadi cerita yang menarik untuk diangkat. Sebut saja foto berjudul BANGKIT, yang menggambarkan kegigihan nenek pedagang di pasar Cihaurgeulis.
Ada lagi lelaki tua pedagang kopi keliling menenteng termos air panas di keramaian Kota Tua Jakarta yang direkam pada foto MENATAP MANTAP. Beberapa kisah perjuangan hidup lainnya direkam dengan baik dan disajikan dengan apik oleh 15 fotografer.
Tema yang diangkat dalam acara ini mendapat sambutan dari banyak kalangan. Bahkan jajaran direksi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. menyempatkan hadir dan berapresiasi dengan membeli beberapa foto yang dipamerkan.
Keuntungan dari penjualan foto yang terkumpul disumbangkan kepada kaum dhuafa yang memang sangat membutuhkan. Apalagi disaat-saat special ramadhan dan lebaran seperti ini. Agar mereka juga ikut merasakan kebahagiaan seperti kita semua.
Selain itu, bagi saya pribadi, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi dan pengobat kesedihan saya diawal. Fotografi bukan hanya kesenangan, bukan pula foya-foya. Fotografi mampu menghadirkan empati bagi siapa saja.
Terkadang, memotret menjadi suatu hal yang menakjubkan karena harus berhadapan dengan situasi yang tidak terkendali. Yap… memotret butuh kendali penuh terhadap yang object. Jika kendali tak didapat, lupakan semua teori dan harapan. Just shoot and have fun dude!
Tapi terkadang, saat kendali tak ditangan, hal yang menakjubkan tiba-tiba datang merubah situasi menjadi lebih baik. Dan kali ini saya tertolong oleh kehadiran pesawat. Of course, sebuah pesawat terbang.

Ditengah hiruk pikuk wali murid yang mengabadikan anaknya masing-masing dalam sesi foto bersama setelah pentas akhir tahun, saya hanya bisa memandangi kerumunan itu. Anak-anak yang berjajar terlalu luas, dan kerumunan kamera dan hp bahkan ipad yang berebut merekam, memaksa saya berpikir keras mencari cara terbaik mendapatkan perhatian terbaik dari anak-anak lucu didepan sana.
Dan hampir saja saya merelakannya lewat begitu saja, jika saja sebuah pesawat tidak melintas dengan suara gaduhnya. Kontan kebuntuan saya mendapat jalan keluar. Sebagian besar perhatian anak-anak ini sepakat bersatu, melupakan panggilan sayang dari orang tua masing-masing. Walau kendali bukan dalam genggaman, setidaknya saya mendapatkan hampir sebagian besar mereka di satu titik yang sama. Sang superhero diangkasa…
Bagaimana dengan Anda, siapa super hero saat kendali tak ditangan ?