<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WellyArdhana</title>
	<atom:link href="http://www.wellyardhana.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wellyardhana.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Nov 2011 22:41:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.4</generator>
		<item>
		<title>Membuat foto perjalanan yang menarik</title>
		<link>http://www.wellyardhana.com/2011/11/23/membuat-foto-perjalanan-yang-menarik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=membuat-foto-perjalanan-yang-menarik</link>
		<comments>http://www.wellyardhana.com/2011/11/23/membuat-foto-perjalanan-yang-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 07:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[foto perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[raja ampat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wellyardhana.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan rahasia lagi, Raja Ampat merupakan tempat indah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan mati sebelum kesana, meski sekali sumur hidup. Begitu yang saya katakan kepada teman-teman sepulang dari sana. Bagaimana tidak?! Bagi pencinta olahraga menyelam, disinilah tempat karang terbaik didunia hingga saat ini. Bagi pencinta pantai, banyak pulau-pulau kecil dengan pasir putih yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bukan rahasia lagi, Raja Ampat merupakan tempat indah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan mati sebelum kesana, meski sekali sumur hidup. Begitu yang saya katakan kepada teman-teman sepulang dari sana.</p>
<p>Bagaimana tidak?! Bagi pencinta olahraga menyelam, disinilah tempat karang terbaik didunia hingga saat ini. Bagi pencinta pantai, banyak pulau-pulau kecil dengan pasir putih yang sangat lembut. Ditambah air laut jernih hingga kita bisa melihat ikan hias tanpa alat bantu. Bagi pencinta fotografi, hoho… ada banyak spot foto bagus yang bisa direkam keindahannya untuk dibawa pulang lewat hasil jepretan. Siapkan baterai dan memory card dengan kapasitas besar ya…<br />
<span id="more-74"></span><br />
Tapi ditempat-tempat seperti ini, yang pada dasarnya memang sudah indah dan akan membuat yang melihat foto berdecak kagum, berpotensi melenakan. Coba saja arahkan kamera kemanapun dan jepret! Jika menghadap kemanapun hasilnya tidak jelek, sambil menutup matapun foto yang dihasilkan akan tetap bagus tapi belum tentu everlasting.</p>
<p>Agar foto yang dihasilkan bisa remarkable dalam jangka waktu yang panjang, ada baiknya memperhatikan proses kreatif yang perlu dilakukan sebelum telunjuk menekan tombol shutter. Karena membangun sebuah foto yang bagus membutuhkan sebuah proses kreatif.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-77 alignleft" style="border-image: initial; margin: 5px;" title="tanjung benoa" src="http://www.wellyardhana.com/wp-content/uploads/2011/11/tanjung-benoa-300x171.jpg" alt="" width="300" height="171" />Proses ini dimulai dengan pencarian obyek foto yang menarik (Point of Interest &#8211; POI) pada suatu lokasi. Objek ini bisa berupa sesuatu yang sangat besar seperti gunung dan gedung hingga ke yang sangat kecil seperti anak belalang yang hinggap di mata induknya.</p>
<p>Mencari sudut pengambilan foto yang menarik dari obyek adalah proses selanjutnya. Tahap ini berpengaruh pada kesan yang akan terekam. Misal, untuk memberikan kesan tinggi, obyek foto diambil di bawah eye level. Untuk memberikan kesan langsing tidak memotret orang secara frontal.</p>
<p>Selanjutnya adalah menempatkan obyek pada komposisi yang baik agar pesan yang direkam foto tersebut dapat dengan mudah dilihat / dipahami. Banyak teori tentang hal ini dalam fotografi yang bisa dicoba seperti aturan sepertiga, dead center point, pattern, deep of field, dan lain-lain. Keterangan masing-masing bisa didapat dengan mudah dibanyak tulisan di internet.</p>
<p>Yang terakhir, pahami arah datang cahaya apakah dari depan, samping, atas atau belakang obyek. Hal ini mempengaruhi setting kamera yang digunakan saat memotret obyek tersebut. Bahkan pada kamera dengan setting mode auto.</p>
<p>Setelah keempat tahap itu dilalui, telunjuk tidak perlu ragu lagi menekan tombol shutter. Jepret! Dan foto-foto perjalanan yang menarik akan didapat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wellyardhana.com/2011/11/23/membuat-foto-perjalanan-yang-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dance with my father again</title>
		<link>http://www.wellyardhana.com/2011/11/11/dance-with-my-father-again/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dance-with-my-father-again</link>
		<comments>http://www.wellyardhana.com/2011/11/11/dance-with-my-father-again/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 02:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wellyardhana.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[By: Luther Vandross Back when I was a child Before life removed all the innocence My father would lift me high And dance with my mother and me and then Spin me around till I fell asleep Then up the stairs he would carry me And I knew for sure I was loved If I could get another chance Another walk, another [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/nvW6nuQ2B0s" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><em>By:  Luther Vandross</em></p>
<p>Back when I was a child Before life removed all the innocence My father would lift me high And dance with my mother and me and then</p>
<p>Spin me around till I fell asleep Then up the stairs he would carry me And I knew for sure I was loved</p>
<p>If I could get another chance Another walk, another dance with him I’d play a song that would never, ever end How I’d love, love, love to dance with my father again</p>
<p>Ooh, ooh</p>
<p>When I and my mother would disagree To get my way I would run from her to him He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah Then finally make me do just what my mama said</p>
<p>Later that night when I was asleep He left a dollar under my sheet Never dreamed that he Would be gone from me</p>
<p>If I could steal one final glance One final step, one final dance with him I’d play a song that would never, ever end ‘Cause I’d love, love, love to dance with my father again</p>
<p>Sometimes I’d listen outside her door And I’d hear her, mama cryin’ for him I pray for her even more than me I pray for her even more than me</p>
<p>I know I’m prayin’ for much too much But could You send back the only man she loved I know You don’t do it usually But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again Every night I fall asleep And this is all I ever dream</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wellyardhana.com/2011/11/11/dance-with-my-father-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadirkan empati</title>
		<link>http://www.wellyardhana.com/2011/09/15/menghadirkan-empati/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menghadirkan-empati</link>
		<comments>http://www.wellyardhana.com/2011/09/15/menghadirkan-empati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 12:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[charity]]></category>
		<category><![CDATA[foto135]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wellyardhana.com/2011/09/15/menghadirkan-empati/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering sedih ketika seseorang menganggap kegiatan memotret itu identik dengan bersenang-senang. Penuh tawa, makan minum, canda . Dan bergaul dengan cewek-cewek cantik. Tidak salah, karena mungkin seperti itulah yang mereka saksikan. Tapi fotografi bukan hanya itu. Seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan Foto135 di bulan puasa kemarin yang menggelar acara Photography For Charity dengan menampilkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering sedih ketika seseorang menganggap kegiatan memotret itu identik dengan bersenang-senang. Penuh tawa, makan minum, canda . Dan bergaul dengan cewek-cewek cantik. Tidak salah, karena mungkin seperti itulah yang mereka saksikan. Tapi fotografi bukan hanya itu.</p>
<p>Seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan <a href="http://www.foto135.net" target="_blank">Foto135</a> di bulan puasa kemarin yang menggelar acara Photography For Charity dengan menampilkan foto-foto human interest. Tentu saja tidak ada yang cantik ataupun kemewahan, tapi foto-foto yang mampu menggugah hati lantas mampu mengucap syukur atas segala yang sudah dipunyai.</p>
<p>Bukan kesedihan yang diketengahkan disitu. Semangat mengarungi hidup dengan kerja keras dan peduli menjadi cerita yang menarik untuk diangkat. Sebut saja foto berjudul BANGKIT, yang menggambarkan kegigihan nenek pedagang di pasar Cihaurgeulis.</p>
<p>Ada lagi lelaki tua pedagang kopi keliling menenteng termos air panas di keramaian Kota Tua Jakarta yang direkam pada foto MENATAP MANTAP. Beberapa kisah perjuangan hidup lainnya direkam dengan baik dan disajikan dengan apik oleh 15 fotografer.</p>
<p>Tema yang diangkat dalam acara ini mendapat sambutan dari banyak kalangan. Bahkan jajaran direksi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. menyempatkan hadir dan berapresiasi dengan membeli beberapa foto yang dipamerkan.</p>
<p>Keuntungan dari penjualan foto yang terkumpul disumbangkan kepada kaum dhuafa yang memang sangat membutuhkan. Apalagi disaat-saat special ramadhan dan lebaran seperti ini. Agar mereka juga ikut merasakan kebahagiaan seperti kita semua.</p>
<p>Selain itu, bagi saya pribadi, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi dan pengobat kesedihan saya diawal. Fotografi bukan hanya kesenangan, bukan pula foya-foya. Fotografi mampu menghadirkan empati bagi siapa saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wellyardhana.com/2011/09/15/menghadirkan-empati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

